Kawasaki W175: Motor Gede Rawan Brebet

Kawasaki W175 is definitely Kawasaki huge success! Setelah bertahun-tahun mengalami sukses yang “monoton” lewat keluarga Ninja dan “B aja” dalam penjualan motor-motor lainnya, akhirnya Kawasaki punya jagoan yang membuatnya tak melulu bergantung pada si motor gede Ninja.

Menawarkan desain yang kental dengan nuansa retro, Kawasaki W175 bisa dibilang sukses dalam menghipnotis para penggemar motor klasik. Ditambah lagi, W175 tergolong asyik buat dijadikan “pelampiasan” untuk mewujudkan berbagai aliran modifikasi bergaya klasik macam japstyle, low seat, bobber, dan tracker yang kini tengah naik daun.

Meski kerap jadi idola cukup banyak penyuka motor, W175 bukan motor yang sempurna. Beberapa pemiliknya mengeluhkan masalah pada mesin motor ini. Konon katanya, W175 suka brebet kala dinyalakan pagi hari.

Waduh, kok bisa begitu, ya? Jadi ragu nih, mau beli Kawasaki W175.

Tenang, hampir setiap penyakit ada obatnya kok, termasuk yang hinggap pada motor. Mau tahu cara agar Kawasaki W175 tidak brebet? Simak informasinya berikut ini.

1. Ganti main jet lebih besar

Atas nama menekan emisi yang “dikentutin” dari knalpot, Kawasaki melakukan sejumlah penyesuaian pada mesin berkubikasi 175 cc yang diusung oleh W175. Salah satunya terletak di karburator. Kawasaki lebih memilih main jet dengan ukuran 90 pada karburator W175. Tujuannya, ya itu tadi, menekan tingkat emisi.

Sayangnya, biar berhasil menekan tingkat emisi, penggunaan main jet ukuran 90 justru memberi dampak negatif, Bro. Iya, motor bergaya retro ini malah sering mengalami gejala brebet begitu pertama kali dinyalakan. Duh!

Nah, untuk mengatasinya, kamu cuma perlu ganti main jet pada karburator W175 dengan ukuran yang lebih besar. Simpel, kan? Menurut temen-temen komunitas Kawasaki W175 Indonesia (KWI), penggantian dengan main jet berukuran 100 sudah cukup buat mengatasi masalah ini.

Kalau masih bingung juga, pakai saja main jet kepunyaan Suzuki Satria 2-tak atau bisa juga menggunakan main jet keluaran aftermarket, seperti bikinan Daytona atau KTC.

2. Sesuaikan setelan udara

Sesudah ganti main jet dengan ukuran yang lebih besar, yakni dari 90 ke 100, langkah yang mesti dilakukan adalah mengatur ulang setelan udara.

Sebagaimana dikutip dari Otomotifnet, cara mengatur ulang setelan udara pada W175 adalah dengan memutar setelan udara karbu ke arah kiri. Putarlah sebanyak 3 putaran dengan menggunakan obeng minus. Dengan begini, kamu akan memberikan campuran yang seimbang antara udara dan bensin setelah penggantian main jet dilakukan.

Nah, biar setting-nya presisi, sebaiknya hal ini dilakukan ketika mesin berada dalam suhu optimal, Bro.

3. Menutup lubang Air Induction System (AIS)

Harap dicatat, tips ketiga cuma berlaku buat W175 yang sudah dijejali knalpot free flow atau racing. Kalau dua langkah di atas sudah dilakukan (melakukan penggantian main jet dengan ukuran yang lebih besar dan melakukan penyesuaian pada setelan udara), kamu juga disarankan buat menutup lubang Air Induction System (AIS).

AIS? Apaan, tuh?

AIS adalah komponen yang berguna untuk menekan emisi pada gas buang. Nah, begitu W175 sudah “blar” akibat diganjar pakai knalpot racing, selang AIS lebih baik ditutup. Alasannya simpel; demi menghindari terjadinya ledakan susulan yang bisa terjadi pada knalpot.

Gimana, sebenarnya nggak terlalu sulit kan untuk mengatasi penyakit W175? Asal ada kemauan, ponsel, dan kuota internet (hehehe), kamu bisa googling dan ketemu cara ini buat mengatasi kegalauanmu akan W175 kesayangan.

Mudah-mudahan membantu, ya.

Selamat mencoba!

Sumber: https://review.bukalapak.com/auto/kawasaki-w175-brebet-ini-3-tips-mengatasinya-52068

Leave a Comment