Vespa Antik Kongo

Vespa Kongo. Tidak perlu berbicara banyak karena pasti, bagi mereka yang memahami nama tersebut, akan mengetahui nilai sejarah yang terkandung di dalam nama tersebut, dan bagi yang belum tahu, Vespa Kongo merupakan sebutan bagi Vespa keluaran tahun 1963 yang diberikan kepada prajurit TNI yang mengabdikan diri sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian di Kongo. Mereka lebih dikenal dengan sebutan Kontingen Garuda. Menurut sumber, dapat diketahui bahwa Kontingen Garuda 2 dan 3 yang mendapatkan Vespa jenis ini, Vespa 150 cc berwarna hijau diberikan kepada mereka yang pangkat lebih tinggi dan Vespa 125cc berwarna biru dan kuning diberikan kepada mereka dengan pangkat lebih rendah. Vespa antik Kongo merupakan vespa antik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi bangsa Indonesia.

Pasukan Garuda yang di kirim ke Kongo sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian atau dikenal pula dengan sebutan Kontingen Garuda (KONGA) yang pertama dikirim pada tahun 1956 dan selanjutnya dikirim kembali KONGA II pada tahun 1960 dengan jumlah personil 1074 personil. KONGA III dikirim pada tahun 1962 dengan jumlah personil 3457 personil. Menurut sumber, hanya KONGA II dan III yang mendapatkan Vespa Kongo dan dibawa ke Indonesia dan kini menjadi salah satu vespa antik yang dicari oleh para kolektor.

Baca Juga: REFERENSI HARGA VESPA TERBARU

Nilai antik yang dimiliki oleh Vespa Kongo atau bisa juga disebut dengan sebutan vespa telur, karena bentuk penutup mesin seperti telur, adalah Vespa ini di manufaktur di Jerman oleh perusahaan bernama Vespa GmbH Augsburg yang berdiri pada tahun 1958. Vespa Kongo ini memiliki ciri khas yang tidak terdapat pada Vespa lain, yaitu:

  1. Memiliki lambang Garuda pada bagian depan sebelah kiri, terbuat dari kuningan.
  2. Pada stang, dekat kopling, terdapat tonjolan berbentuk oval
  3. Spatbor depan berbentuk bulat tanpa sambungan
  4. Ring velg berukuran 10 inch
  5. Memiliki nomor mesin berawal dengan VGLA1M atau VGLB1M
  6. Pada Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) terdapat keterangan Ex-Brigade III
  7. Pada Vespa Kongo 150cc terdapat 4 speed sedangkan pada 125cc terdapat 3 speed.
  8. Speedometer berbentuk kotak dan lebih besar jika dibandingkan dengan Vespa VBB yang pada saat itu juga sedang banyak di jual di Indonesia.

Hanya sedikit dari Vespa Kongo ini yang bertahan dan masih dalam kondisi asli sejak diproduksi, beberapa kolektor di Indonesia memilikinya. Namun, banyak pula yang mengaku memiliki Vespa tersebut dan berani menjual dengan harga tinggi. Bahkan dapat ditemui pada toko daring beberapa penjual yang menjual Vespa antik ini dengan kisaran harga Rp. 15.000.000 hingga Rp. 30.000.000. Waspadalah sebelum membeli karena banyak penjual yang mencoba menjual replika dari Vespa Kongo dan bukan yang asli. Semoga artikel ini bermanfaat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *