Penjelasan Seputar Rotor Atau Outer Motor Yang Perlu Anda Ketahui

Salah satu komponen pada motor yang penting outer motor atau rotor atau cakram. Fungsinya adalah untuk menopang jeruji velg pada ban motor. Selain itu fungsinya sebagai dudukan rem. Fungsi rem itu sendiri adalah untuk menghentikan laju ban yang tersambung pada cakram.

Jika Anda perhatikan secara fisik ukuran rotor setiap jenis motor berbeda-beda tergantung model, ukuran dan jenis motornya. Tidak jarang para pengguna motor sengaja mengganti outer agar penampilannya lebih indah. Salah satu cakram yang popular adalah outer motor yang memiliki elemen berputar. Jenis cakram ini di dalamnya terdapat kutub magnet dengan lilitan kawat yang dialiri arus searah.

Jenis-Jenis Rotor/ Outer

Kutub magnet pada rotor terdiri dari 2 jenis yaitu: rotor kutub atau salient yang bentuknya menonjol dan rotor silinder. Rotor salient merupakan jenis rotor yang digunakan oleh generator pada kecepatan rendah hingga menengah. Contohnya oleh motor yang memiliki mesin di bawah 150cc.

Sedangkan rotor silinder adalah jenis rotor yang sering digunakan oleh motor yang menggunakan mesin 250cc. jenis outor ini disuplai oleh medan arus searah dimana akhirnya akan menghasilkan fluks yang dialirkan ke rotor melalui cincin. Dengan demikian rotor akhirnya berputar dan flukas magnet akan muncul karena arus searah tersebut sehingga muncul gaya gerak listrik.

Fungsi Rotor/ Outer

Rotor memiliki peran penting menghasilkan daya untuk dialirkan ke ban motor, sehingga motor bisa berjalan dengan kecepatan yang diatur sesuai dengan gerak listrik. Secara umum rotor memiliki dua bagian yaitu: bagian inti kutub dan kumparan medan. Pada bagian kutub terdapat bagian yang fungsinya sebagai kalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan.

Baca Juga: Model dan Type Perlengkapan Motor Yang Paling Banyak Dicari Konsumen 2017

Sedangkan kumparan medan terdapat dua bagian, yaitu: bagian yang fungsinya sebagai penghantar arus pemacu dan bagian yang diisolasi.

Tips Memilih Rotor/ Outer Yang Tepat

Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam memilih rotor atau outer untuk motor. Biasanya pemilik motor sudah puas dengan rotor yang disediakan oleh pabrikan. Namun, bagi para pecinta otomotif mengganti rotor menjadi sesuatu yang harus dilakukan apalagi jika berkaitan dengan jenis dan fungsi motor itu sendiri.

Misalnya, rotor untuk motor cross disarankan menggunakan yang ukurannya 160mm. sedangkan rotor untuk trail biasanya memiliki dua jenis rotor yaitu bagian depan dan belakang. Pada bagian depan disarankan berukuran 180mm sedangkan bagian belakangnya disarankan menggunakan ukuran yang lebih kecil, yaitu 160mm.

Memilih rotor atau outer motor tidak boleh sembarangan, karena akan mempengaruhi performa dan kinerja sepeda motor itu sendiri. Demikian pembahasan singkat mengenai dunia otomotif, khususnya dunia bikers. Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *