Cara Merawat Motor Antik untuk Koleksi

Di tengah banyaknya produksi motor-motor model terbaru dengan teknologi yang lebih modern, masih banyak orang yang lebih memilih mengoleksi motor lawas atau antik. Alasan mereka lebih menyukai motor yang identik dengan kesan kuno tersebut bermacam-macam, mulai dari nilai historis, sudah langka, dan beragam alasan lainnya. Hal yang sering dikeluhkan dari pemiliki motor kuno yang antik adalah perawatan. Merawat motor yang usianya tua tidaklah mudah. Memiliki motor lawas akan menguras energi sehingga pemiliknya akan terbebani dengan perwatan yang sulit. Namun sebenarnya, bagi orang yang sudah berpengalaman, merawat motor lawas cukup mudah. Berikut ini adalah beberapa cara merawat motor antik untuk koleksi agar kondisinya tetap terjaga.

Rutin Menyalakan Mesin

Salah satu alasan orang mengoleksi motor lawas adalah hanya untuk dipajang, tidak untuk dipakai. Padahal, memiliki motor dengan usia produksi yang cukup tua sangat sayang jika tidak digunakan. Kelamaan tidak dipakai akan membuat mesin cepat rusak karena tidak pernah dinyalakan. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki motor lawas dengan tujuan pajangan atau hanya untuk dikoleksi, menyalakan mesin secara rutin sangat disarankan.

Merawat Onderdil

Jika lama tidak digunakan, onderdil yang bermaterialkan besi seperti gir, rantai, dan velg bisa berkarat. Masing-masing onderdil tersebut cara perawatannya berbeda-beda. Untuk rantai dan gir, berilah pelumas secara berkala. Jika merawat onderdil motor antik koleksi, segera keringkan pelumas dengan cara dilap dengan kain kering. Selalu atur ketegangan rantai dengan proporsional. Periksa juga bagian garpu depan dan setang secara berkala, setidaknya setahun sekali dengan cara dilap dengan pelumas agar tidak berkarat.

Baca Juga: Tips Merawat Motor Matic yang Benar dan Sederhana

Merawat Ban

Merawat ban yang berbahan karet harus lebih telaten dibandingkan dengan merawat onderdil yang berbahan plastik atau besi atau aluminium. Ban yang berusia uzur akan mudah rapuh, terutama jika motor disimpan di tempat yang kering. Ban akan aus seiring dengan berjalannya waktu. Agar penampilan ban tetap terjaga mesti motor tidak digunakan, bersihkanlah ban secara berkala, gunakanlah shampo atau silikon khusus ban agar penampilan ban lebih kinclong. Untuk ban dalam, aturlah tekanan udaranya dengan menambahkan angin setidaknya sebulan sekali.

Merawat Onderdil Berbahan Plastik

Selain merawat onderdil yang berbahan besi, merawat onderdil yang berbahan plastik seperti bamper dan body harus dilakukan. Motor antik yang kelamaan dipajang tentu akan rentan terkena debu. Debu yang menumpuk akan menggerus bahan onderdil tersbeut. Cara merawat onderdil berbahan plastik harus telaten. Bersihkan debu setidaknya sebulan sekali dengan menggunakan lap basah. Jika perlu, gunakanlah shampo atau pembersih plastik berbahan silikon agar onderdil lebih kinclong. Selain membersihkan secara rutin, motor juga harus disimpan di tempat yang sejuk. Jangan simpan motor di bawah matahari langsung.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *