Home News Cara Menghitung Besaran Denda Pajak Motor

Cara Menghitung Besaran Denda Pajak Motor

by Caswitin
denda pajak motor

Pajak kendaraan bermotor merupakan kewajiban yang harus dibayarkan setahun sekali. Besaran pajak bervariasi, tergantung nilai jual kendaraan, serta bobot kendaraan tersebut. Pemilik kendaraan bermotor wajib membayarkan pajaknya guna mendapatkan pengesahan STNK. Padatnya aktifitas sehari-hari terkadang membuat sebagaian orang lupa dengan kewajiban untuk membayar pajak.

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009, apabila terjadi keterlambatan pembayaran pajak selama 2 tahun, maka secara otomatis, data kepemilikian anda akan dihapus dari daftar identifikasi dan registrasi kepemilikan sepeda motor. Tentu saja hal ini akan menimbulkan masalah. Motor anda diangap tidak layak pakai di jalanan. Dan anda beresiko ditilang polisi. Selain itu, anda juga akan dikenakan denda pajak motor.

Denda pajak motor merupakan sanksi administratif yang dibebankan kepada wajib pajak sebab belum memenuhi kewajiban membayar pajak tepat waktu. Besaran denda pajak motor tergantung pada lamanya waktu keterlambatan pembayaran pajak tersebut. Denda pajak motor dihitung per bulan. Oleh karena itu, apabila anda terlambat 1 hari, maka sama saja dengan terlambat 1 bulan. Apabila terlambat 1 bulan 1 hari, maka denda pajak motor dihitung 2 bulan.

denda pajak motor

denda pajak motor

Untuk keterlambatan 2 hari sampai dengan 1 bulan, maka denda yang harus dibayar adalah 25% dari total pajak kendaraan

Besaran biaya denda pajak motor pada bulan selanjutnya

Saat membayar pajak kendaraan, wajib pajak juga harus membayarkan biaya SWDKLLJ. Hal ini sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008 pada tanggal 26 Februari 2008. Besaran biaya SWDKLLJ untuk motor adalah Rp. 35.000,-. Sementara motor diatas 250 cc dikenakan biaya sebesar Rp. 83.000,-.
Berapa besaran biaya denda pajak motor telat 3 tahun yang harus dibayarkan? Berikut adalah informasinya:
a. Dua hari hingga satu bulan = 25%
b. Dua bulan = PKB x 25% x 2 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
c. Tiga bulan = PKB x 25% x 3 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
d. Empat bulan = PKB x 25% x 4 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
e. Satu tahun = PKB x 25% x 12 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
f. Dua tahun = 2 x PKB x 25% x 12 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
g. Tiga tahun = 3 x PKB x 25% x 12 ÷ 12 + denda SWDKLLJ

Baca Juga:  Koleksi Motor Bektu Honda C70 yang Klasik

Cara menghitung Denda Pajak Motor Telat 3 tahun

denda pajak motor

denda pajak motor

Misalnya: anda memiliki motor dengan kapasitas mesin 150 cc, serta besaran PKB Rp.144.000. Dan anda terlambat membayar pajak selama 3 tahun, maka besaran dendanya adalah:
3 x PKB x 25% x 12 ÷ 12 + denda SWDKLLJ
3 x Rp. 144.000 x 25% x 12 ÷ 12 + Rp. 35.000
Rp. 108.000 + Rp. 35.000 = Rp. 143.000,-.

Maka besar denda pajak motor telat 3 tahun yang harus anda bayar sebesar Rp. 143.000. kemudian, total denda yang harus dibayar adalah PKB + SWDKLLJ. Jadi, totalnya sebesar Rp. 322.000,-.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai besaran denda pajak motor. Guna menghindari denda pajak motor telat 5 tahun, ada baiknya anda melakukan pembayaran pajak dengan tepat waktu. Sebab, wajib pajak menjadi salah satu penyumbang pembangunan Negara. Bagi anda yang tidak memiliki waktu untuk datang ke kantor pajak, anda dapat melakukan pembayaran pajak melalui e-SAMSAT, SAMSAT Drive Thru, SAMSAT Keliling, maupun Kantor Kecamatan.

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More