Arti Kode Busi Motor

Arti Kode Busi Motor

Kebanyakan tidak tahu dan tidak peduli dengan deretan kode ini.  Bahkan pasti ada yang tidak menyadari bahwa pada busi motor ada deretan hurup dan angka yang merupakan kode dari busi. Padahal sebenarnya akan sangat berguna sekali jika anda mengetahui arti dari kode tersebut.  Atau setidaknya sebagai pengetahuan saja. Jadi tidak ada salahnya memang kalau anda mengetahui arti kode busi motor.

Arti Kode Busi Motor

Kode yang tertera pada busi motor mempunyai arti yang berbeda – beda. Tiap produsen mempunyai kode tersendiri.  Tapi meskipun berbeda – beda, intinya tetap sama, kode itu sendiri berisi informasi tentang busi. Untuk produsen busi sendiri setidaknya ada 3 produsen besar dunia yang produknya tersebar diseluruh dunia. Ketiganya adalah NGK, Nippon Denso dan Champions. Untuk saat ini kita akan membahas salah satu kode dari salah satu produsen.

Kode busi motor NGK

Ini adalah produsen busi motor terbesar di dunia. NGK memiliki kode tersendiri seperti halnya produsen lain. Nah, untuk satu produsen saja mempunyai kode – kode yang berbeda pada tiap produknya.  Tapi cara membaca atau mengartikannya tetap sama karena dari satu produsen yang sama. Untuk mempermudah inilah contoh kode yang tertera pada busi.

Baca Juga : Ganti Lampu Motor Enggak Usah Ke Bengkel

DPR8EA-9

  1. D sebagai hurup pertama dalam kode menunjukan ukuran benang pada busi. Setidaknya ada 3 ukuran yang menjadi patokan.
  • D menunjukan ukuran 12 mm  x  1,25
  • B menunjukan ukuran 14 mm x  1,25
  • C menunjukan ukuran 10 mm x 1.0
  1. P menunjukan desain busi ujung proyeksi  yang menggerakan percikan lebih dalam ke ruang bakar. Atau singkatnya adalah projected insulator.
  2. R menunjukan jenis busi resistor.
  3. 8 pada posisi ini menunjukan kisaran panas busi. Makin besar angkanya maka semakin dingin.
  4. E menunjukan panjang benang yang juga jangkauan busi. Ada 2 ukuran yaitu E berarti ¾ inci dan H berarti ½ inci.
  5. A  menunjukan beberapa jenis fitur khusus. Jika hurupnya B atau C menunjukan bahwa busi didesain untuk dipakai balap. Hurup G menunjukan elektroda pusat nikel kawat halus. GV menunjukan pusat eletroda paladium emas. IX menujukan elektorda pusat iridium. S menunjukan tembaga. V berarti kawat emas murni dari paladium. P berarti elektroda pusat platinum.
  6. A-8 menunjukan celah busi yang direrkomendasikan dalam sepersepuluh  millimeter.  Ini artinya bahwa A-8 harus dipasangkan dengan 0,8 mm atau 0,32”. Atau misal A-9 berarti harus dipasangkan dengan 0,9mm atau 0,35”. Begitu seterusnya.

Nah, bagaimana sudah mulai terbayang bukan arti kode pada busi motor? Saatnya anda mencoba membaca sendiri busi motor yang anda miliki.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *