3 MOTOR ANTIK RAMAH DOMPET

Penampilan dan kemampuan mesin motor antik umumnya sering menjadi tolak ukur bagi seseorang dalam menunjukan hobinya. Biasanya, para pecinta motor antik rela menguras dompetnya sendiri, baik demi kelengkapan tampilannya mau pun demi kemampuan mesinnya. Karena motor antik tersebut tentunya merupakan kesayangan si pemilik, maka, tak peduli berapa pun harga kelengkapan untuk tampilan dan kemampuan mesin tersebut, pastinya tidak akan jadi pertimbangan bagi si pemilik. Karena yang terpenting, barang kesayangannya itu tampil dengan performa yang maksimal.

Namun, ada pula beberapa motor antik yang tidak menguras dompet terlalu dalam, dan tentunya, dengan mesin yang cukup bandel. Berikut 3 motor antik ramah dompet:

  • Honda Astrea Star

Motor antik yang memiliki “sayap” khas berwarna putih ini, umumnya memiliki tahun perakitan 1985 hingga 1987. Stoplamp tampak seperti ekor bebek, sesuai dengan julukannya “motor bebek”. Sementara mesin memakai CDI, tidak platina seperti generasi Honda sebelumnya. Motor antik ini juga memiliki headlamp dengan bentuk trapesium, yang membuat si pengguna merasa nyaman dengan sorotan sinar lampunya yang cukup lebar. Biasanya, kubikasi mesinnya banyak diincar para pembalap jalanan di kota-kota yang memiliki minat balap jalanan.

  • Suzuki Stinger T125

Motor antik yang memiliki tahun perakitan 1965 hingga 1971 ini memiliki khas dengan terdapatnya dua buah knalpot yang dipasang cukup tinggi, tidak seperti knalpot pada umumnya. Knalpot motor ini melintas di atas step penumpang belakang, sehingga medan genangan air tidak menjadi rintangan yang cukup serius bagi motor ini. Dan satu lagi ke-khas-an yang dimilikinya, yakni kick starter yang berada di sebelah kiri. Motor ini kabarnya mengonsumsi bahan bakar cukup boros karena memiliki knalpotnya yang double, hanya saja, ini tentunya mempengaruhi kecepatan si motor. Dengan dua buah knalpot, tarikan mesinnya pastilah cukup kencang. Jangan tanya harga perawatan mesinnya, karena motor ini memiliki mesin yang cukup awet dan tentunya tidak akan menguras dompet terlalu dalam.

Baca Juga: 3 MOTOR ANTIK DI DUNIA YANG LEGENDARIS

  • Honda CB 125

Tahun 1971, motor antik ini datang ke Indonesia. Motor ini terkenal murah dengan perawatannya yang mudah dan tidak terlalu menguras dompet. Motor ini banyak diincar karena tampilannya yang cukup keren. Tanki bensin memuat 4,5 liter dan konsumsinya tidak terlalu boros. Mesin OHC cukup membuat motor ini siap menghadang medan apa pun. Motor ini cukup digandrungi para peminat motor antik di Indonesia.

Bagi para pecinta motor antik, tentunya tiga motor tersebut tidak terdengar asing. Namun, bagi mereka yang hendak memiliki motor antik, bisa jadi tiga motor tersebut dapat menjadi referensi, sehingga tidak perlu lagi memilah-milah motor antik yang memiliki tampilan catchy namun ramah dompet.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *